Selasa, 27 Agustus 2013

Iklan KB

Sering lihat iklan KB (Keluarga Berencana) di TV? Banyak sekali pesan yang ada di iklan tersebut. Dimulai dari pesan utama yaitu mempunyai 2 anak saja sudah cukup, sampai ke pesan-pesan pendamping yaitu usia matang bagi pria dan wanita untuk berkeluarga.

Iya, pada iklan tersebut menjelaskan bahwa usia ideal laki-laki untuk berkeluarga adalah 25 tahun, sedangkan untuk perempuan adalah 21 tahun. Lalu, apa lagi yang harus dipedulikan? masalah?

Tentu ini masalah, karena usia saya sudah 22 tahun. Di usia ini, saya adalah perempuan, sudah melewati masa 1 tahun ideal untuk berkeluarga, dan merasa enjoy saja selagi belum dibilang "perawan tua" oleh orang-orang sekitar.

Di usia 22 tahun ini, Tuhan memberikan saya amanah, yaitu rasa percaya dan kenyamanan kepada lawan jenis. Entah sudah berapa kali rasa itu hinggap pada beberapa pria yang saya kenal. Namun, semakin bertambah umur, perasaan yang saya titipkan pada pria itu makin bermasalah. Kenapa yah??

Waktu jaman SMA, nangis karena diputusin pacar, nangisin pacar orang lain atau nangisin orang yang disuka tanpa dia kenal siapa kita, itu rasanya dunia hendak kiamat. Padahal, jika dipikir masak-masak, itu adalah proses dari pendewasaan. Suatu hari, akan datang masalah yang lebih berat dari itu. Percayalah, Tuhan sedang mengujimu dan Dia akan menguji sesuai dengan kemampuan hambaNya

Usia segini sudah memasuki masa-masa dimana kamu sudah melewati beberapa ujian, sudah mulai serius untuk menjalin hubungan. Tapi ingat, ujian Tuhan tak berhenti sampai usia SMA. Itu semua adalah caraNya untuk membuatmu lebih dewasa, lebih beriman, lebih bisa menyikapi hidup.

Saya yakin, ujian berat di usia segini akan terlewati. Maybe he's not the best for me. I have to looking for another guy. What I get is what I did.

Jadi intinya apa? Bukannya saya pengen buru-buru menikah atau tidak mau dibilang perawan tua. Yaaa mungkin sekarang sedang diuji oleh Tuhan untuk menjadi lebih dewasa, naik kelas, dan mendapatkan yang terbaik.

Ira Arini

Minggu, 18 Agustus 2013

WAWANCARA



 Alhamdulillah...


Walaupun predikat pengangguran masih belum lepas, tapi tetep bahagia pake banget. Terlihat dari postur tubuh yang semakin lebar (makan terus dari pasca hari raya), jerawatan (perasaan yang terpendam), uang yang cukup buat beli kerupuk ja*lay (karena pas hari raya jualan Pop Ice), serta bahagia lahir batin (dikelilingi orang tersayang).

Ini wawancara fiktif dengan diri sendiri....

Q: Jadi, nikmat pengangguran manakah yang kau dustakan?
A: Selama perut belum kelaparan, selama masih ada kasur empuk untuk ditiduri, dan selama masih ada sosok untuk berbagi segala hal (ibu), saya menjalani fase bulan ke lima menjadi seorang pengangguran.

Q: Lah, kemaren bukannya udah kerja?
A: Udah, karena banyak alasan dan ibu sakit, saya resign.

Q: Terus sekarang ngapain aja dirumah?
A: yaa gitu. Ngerjain pekerjaan sampingan, nyuci, nyetrika, ngepel (semua dilakukan di Rangkas, no more Jakarta).

Q: Gak berusaha nyari kerja?
A: Berusaha dan berdoa insyaAllah sedang, semuanya hanya Allah yang menentukan. kalaupun belum kesampaian, mungkin doa dan usaha saya saja yang belummaksimal.

eiiitttss... jangan suudzon dulu. Malu lah sama status pengangguran yang disandang ini. Malu masih minta makan sama orang tua.

Q: Terus kalau malu, masih tetep mau makan?
A: Yaiyalah makan, yamasa gak makan. Jangan terlalu idealis jadi orang. Akuin kalau kamu masih butuh orang tua. Toh orang tua juga ngerti keadaan kamu. Tapi jangan keenakan, intinya ya usaha.

Q: Usaha apa aja yang udah kamu lakuin, Ra?
A: Saya sudah berusaha, tadi kan saya sudah bilang. Mungkin Allah masih mempersiapkan yang terbaik buat saya kedepannya.

Q: Aamiin...
A: Iya Aamiin. Makasih yaa...