Kamis, 20 Agustus 2015

Allah, Ayah dan Ibu

Bagaimana doa itu terus terucap disetiap alunan tangan memuji namaNya, bagaimana doa itu terus terucap disetiap sujud, bagaimana doa itu terucap pada setiap hembusan nafas ini. Serta, bagaimana usaha itu terus dilakukan di setiap sela kegiatan yang padat, bagaimana usaha itu terus dilakukan disela nafas yang terengah-engah karena hampir menyerah kelelahan, bagaimana usaha itu terus dilakukan saat semua orang hampir menyerah karenanya.

Ada doa dari seorang wanita paruh baya yang dengan tulus mendoakan putri sulungnya untuk tak gentar menghadapi segala cobaan dan tantangan. Ada sepotong semangat yang terus disuarakan wanita paruh baya itu untuk putri sulungnya. Ada usaha dan materi yang tak terhingga dari wanita paruh baya itu untuk putri sulungnya. Wanita itu tidak pernah memuji segala usaha yang dilakukan putri sulungnya. Beliau hanya memberikan senyum simpul kecil di ujung lengkung bibirnya ketika mendengar putri sulungnya telah selesai dalam menempuh kewajiban yang dibuatnya sendiri.

Ada usaha dan penyemangat lain yang tiada hentinya mengalir untuk sang putri sulung. Seorang lelaki paruh baya yang berusia hampir sama dengan wanita paruh baya di atas. Kalori dan energi yang dikeluarkan rasanya sudah tidak dapat terhitung lagi untuk menyemangati putri sulungnya. Ah, saya menangis menulis ini.

Allah, Ayah dan Ibu...

Minggu, 03 Mei 2015

Januari-Mei 2015

5 bulan ini saya rasa kurang produktif dari segi manapun. Sudah tidak lagi menulis hal-hal yang tidak penting yang biasa saya lakukan tahun-tahun sebelumnya, sudah tidak lagi beraktifitas outdoor, hanya menonton drama asia yang dipenuhi dengan hayalan-hayalan yang tidak akan mungkin terjadi dalam hidup saya.

Kegiatan saya 5 bulan terakhir hanya saya dedikasikan pada penelitian saja. Lainnya hanya menonton drama di depan laptop berjam-jam, bahkan saya rela terjaga sepanjang malam terhanyut dalam cerita drama. Ah, ini bukan dunia saya. Dunia yang amat sangat aman, bahkan membahayakan bagi saya.

Dari beberapa kegiatan yang saya lakukan dari awal tahun ini, saya mengambil segi postifnya saja. Yah, walau segi positifnya hanya secuil dibanding dengan negatifnya. Penelitian saya hampir selesai, sekitar 70% dan ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa bagi saya. Mungkin bagi setiap orang, penelitian itu biasa saja, tapi bagi saya ini pencapaian yang luar biasa.

Negatifnya, berat tubuh saya melonjak pesat, terisolasi di depan laptop sesekali menulis penelitian, kebanyakan nonton film atau drama. Tidak ada yang menarik yang perlu saya ceritakan 5 bulan terakhir, keseharian yang itu-itu saja. Semoga setelah ini menemukan aktifitas baru yang lebih produktif, tidak terlalu hectic dan tentunya menghasilkan sesuatu yang berharga dalam hidup.

Ditulis di Senin pagi 4 Mei 2015, bingung mau ngapain.