Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Selamat pagi ayah, selamat pagi ibu
Mentari ini berseri indah
Terima kasih ayah, terima kasih ibu
Penuh hati berkata dari kami putra putri yang siap berbakti
Masih inget sama nyanyian itu?
Buat anak yang lahir tahun 90-an ke bawah pasti gak bakalan asing sama lagu itu. Sinetron keluarga yang amat sangat melekat di sanubari yang nulis ini, dan kalo dipikir-pikir, emang bagus banget sih sinetronnya. Jauh banget kualitasnya kalo dibandingin sama sinetron-sinetron jaman sekarang (lah emang saya manusia jaman apa?).
Mari merenung....
Siapapun, hanya 1 dari 100 orang yang menganggap lirik ini tidak bagus. Yakinlah kamu berasal dari keluarga dan akan kembali kepada keluarga. Sejauh apapun kamu melangkah, kamu lahir dari seorang ibu yang notabene adalah keluarga kamu. Kamu juga akan mati dan merasa lebih bahagia jika berada di tengah-tengah keluarga. Bahagiakah kamu yang jika mati akan dimandikan, dikafani, dan dishalatkan serta diiringi oleh keluargamu sampai liang lahat nanti? Jika ya, lakukan yang terbaik untuk keluargamu, jangan pura-pura tak acuh kepada mereka. Selain Allah, tempat kamu datang dan kembali adalah keluarga.
Selesai!!
Kenapa kali ini membahas tentang keluarga, karena akoh lagi cedih *oke ini lebay*. Bagi siapa saja yang baca blog ini, mohon doanya. Tanggal 20 September 2012 yang akan datang, ibuku tersayang akan di operasi. Penyakitnya Hernoia Usus. Gak tau deh nama kedokterannya apaan. Intinya, sedih sudah pasti. Mikir kemana-mana. Gimana kalo ibu nanti kenapa-kenapa? Gimana kalo ibu tambah parah penyakitnya setelah operasi? Gimana kalo ibu punya penyakit lain? Gimana gimana gimanaaa?
Jalan satu-satunya cuma bisa semangatin ibu. Nangis? Pasti lah namanya juga orang tua yang paling disayang. Walopun sedih dan pasti nangis, jangan sesekali ngeliatin tampang begitu di depan ibu. I Love Mom...