Minggu, 30 September 2012

CEMARAKU



Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Selamat pagi ayah, selamat pagi ibu
Mentari ini berseri indah
Terima kasih ayah, terima kasih ibu
Penuh hati berkata dari kami putra putri yang siap berbakti

Masih inget sama nyanyian itu?
Buat anak yang lahir tahun 90-an ke bawah pasti gak bakalan asing  sama lagu itu. Sinetron keluarga yang amat sangat melekat di sanubari yang nulis ini, dan kalo dipikir-pikir, emang bagus banget sih sinetronnya. Jauh banget kualitasnya kalo dibandingin sama sinetron-sinetron jaman sekarang (lah emang saya manusia jaman apa?).

Mari merenung....

Siapapun, hanya 1 dari 100 orang yang menganggap lirik ini tidak bagus. Yakinlah kamu berasal dari keluarga dan akan kembali kepada keluarga. Sejauh apapun kamu melangkah, kamu lahir dari seorang ibu yang notabene adalah keluarga kamu. Kamu juga akan mati dan merasa lebih bahagia jika berada di tengah-tengah keluarga. Bahagiakah kamu yang jika mati akan dimandikan, dikafani, dan dishalatkan serta diiringi oleh keluargamu sampai liang lahat nanti? Jika ya, lakukan yang terbaik untuk keluargamu, jangan pura-pura tak acuh kepada mereka. Selain Allah, tempat kamu datang dan kembali adalah keluarga.

Selesai!!

Kenapa kali ini membahas tentang keluarga, karena akoh lagi cedih *oke ini lebay*. Bagi siapa saja yang baca blog ini, mohon doanya. Tanggal 20 September 2012 yang akan datang, ibuku tersayang akan di operasi. Penyakitnya Hernoia Usus. Gak tau deh nama kedokterannya apaan. Intinya, sedih sudah pasti. Mikir kemana-mana. Gimana kalo ibu nanti kenapa-kenapa? Gimana kalo ibu tambah parah penyakitnya setelah operasi? Gimana kalo ibu punya penyakit lain? Gimana gimana gimanaaa?

Jalan satu-satunya cuma bisa semangatin ibu. Nangis? Pasti lah namanya juga orang tua yang paling disayang. Walopun sedih dan pasti nangis, jangan sesekali ngeliatin tampang begitu di depan ibu. I Love Mom...

5 Perkara Sebelum 5 Perkara



Alhamdulillah...
Satu pekan sudah ibundaku sudah melewati operasi Hernia Ususnya. Terima kasih atas semua doa dan dukungannya, serta kunjungannya kepada seluruh keluarga, sahabat, teman, rekan kerja, wali murid dan semua pihak. (Oke ini kayak pembukaan pidato).
I don’t know how to explain my feeling now. Berjuta terimakasih kepada Allah, yang udah ngasih umur panjang sama ibu, orang yang paling saya sayangi di muka bumi ini.
Selama di rumah sakit satu pekan lalu, merasa banyak sekali pengalaman yang di dapat. Betapa kesehatan amat sangat penting. Melihat tubuh ibu yang terbujur kaku pasca operasi, merintih kesakitan saat biusnya sudah hilang, mengurus ibu layaknya bayi yang baru lahir, membuat ibu tertawa agar lupa dengan sakitnya, menjamu tamu yang membesuk ibu, semua itu saya lakukan hanya untuk kesembuhan ibu. Kalo bukan Ira Arini, lalu siapa lagi?
Seorang putri sulung dari Ibu Ecen Masenti, kuliah hanya untuk bimbingan skripsi, ada banyak waktu dan kesempatan untuk mengurus sang ibu yang sedang sakit. Kadang, hati ini selalu ingin menangis saat harus memandikan ibu. Tuhan, mengapa secepat ini Engkau membalikkan keadaan? Hanya dalam waktu 21 tahun saja Engkau memberikan waktu. 21 tahun lalu, ibu yang merawat, memandikan, menyuapi makan, memakaikan pakaian, dan mengajarkan hal-hal dasar agar mandiri sebagai manusia. Namun 21 tahun kemudian, Engkau membalikkan semuanya. Tak ada kata mengeluh bagiku, karena mungkin ini hanya sebuah ujian untuk hambaMu agar naik kelas keimanan, ketaqwaan, serta keislamannya.
Karena kejadian ini, jadi keinget sama lagu nasyid yang sering diputer di Pondok Pesantren dulu kalo sore-sore.
Masih ingat dengan lagu group nasyid Raihan?
"Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu"
"Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu”
"Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu”
"Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu”
"Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu”
Ini sebenarnya adalah Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim, Tarmidzi (abis googling dulu tadi).
Selamat merenungkan ini. Tapi, jangan Cuma direnungi sih, di jalani akan lebih baik. Karena sebaik-baiknya umat Rasul adalah umat yang melaksanakan sunatNya Rasul.