Kamis, 26 April 2012

Let's talk about quality


Bagaimana doa dari seorang hamba Tuhan yang memiliki iman pas-pasan, terkadang goyah hanya karena rayuan es krim cone McD, kadang kuat karena menahan bau aroma apel, kadang biasa saja mendengar suara Vidi Aldiano, kadang histeris hanya sekedar memandang foto Rio Dewanto, Mario Maurer, Adam Levine, atau foto kamu mungkin? ah sudahlah.

 Entah kenapa, amat sangat menyukai arti serta makna dari Doa ini. Silakan tebak ini doa apa. Yang jelas, doa ini amat sangat ajaib. apalagi dari segi kata-kata, puisi yang sangat memanjakan mata, memanjakan hati, dan memanjakan ketenangan jiwa. Lebih penting lagi memanjakan inspirasi, ketika membaca ini, inspirasi mengalir deras.

Mulai jatuh cinta pada doa ini saat masih sekolah dasar, dulu sekolah pagi belajar pelajaran umum layaknya di Sekolah Dasar Negeri, dan sekolah siang di Madrasah Ibtidaiyah komplek. Disuruh menghapal doa ini beserta artinya, seketika jatuh cinta pada doa ini. Namun, namanya juga hamba Allah yang masih amat sangat awam, mengerjakan yang wajib saja masih belang-betong, apalagi yang sunnah. Ibarat makan, yang wajib adalah nasi, yang sunah adalah lauknya. Tidakkah hanya puas dengan memakan nasi? tidakkah lebih enak jika nasi disantap dengan lauk agar lebih tercukupi kepuasan lidah serta gizinya?

Semua pilihan masing-masing. Semua orang pasti ingin memakan nasi serta lauknya. Lauk yang enak dan bergizi tentunya. Jika semua itu disama ratakan dengan ibadah, kualitas nasi yang kamu makan sama dengan kualitas pemenuhan kewajiban yang kamu lakukan, sejauh mana kamu serius beribadah dan berserah diri kepada Tuhanmu.

Doa ini yang menjadi sumber inspirasi, sumber kekuatan.

Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha adalah waktu dhuhaMu
dan keagungan adalah keagunganMU,
dan keindahan adalah keindahanMU,
dan kekuatan adalah kekuatanMU,
dan kekuasaan adalah kekuasaanMU,
dan perlindungan adalah perlindunganMU,
Ya Allah, jika rizkiku ada di atas langit, maka turunkanlah,
jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah,
jika masih sukar, maka mudahkanlah,
jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,
jika jauh, maka dekatkanlah,
dengan berkat waktu dhuhaMU, keagunganMU, keindahanMU, kekuatanMU dan kekuasaanMU,
limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada
hamba-hambaMU yang sholeh
 
NB: Kata rizki bisa saja diganti, misalnya diganti dengan "JODOH" atau "SKRIPSI" tapi jangan mengundang "MAUT"!! JANGAN!!! 
 
 
Sebagai seorang hamba Tuhan yang memiliki agama, tidak ada salahnya  saling mengingatkan dan memotivasi agar terus menjadi yang terbaik untuk Tuhanmu, setidaknya  baik untuk diri sendiri dulu aja.
 
Ira Arini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar