Selasa, 15 Mei 2012

Reader or Writer??


Selamat Malam...

Sekian lama gak update blog ini, banyak debu, bahkan sarang laba-laba yang harus dibersihkan karena lama tak berpenghuni. Well, kali ini akan bercerita, bukan cerita sih, tapi cuma share aja. Bedanya share ama cerita? whatever lah ya, yang penting berusaha untuk tetep nulis.

Alkisah di negeri dongernya Ira Arini...
Halah ini terlalu lebay, oke kita mulai saja.

Tadi siang, nyampe tempat magang jam setengah 2an. Seperti jadwal biasanya, hari selasa masuk kuliah dari jam 10 sampai jam 12 siang, ngobrol sebentar sama temen, ditambah perjalanan kampus-kantor memakan waktu satu jam, sampailah di kantor setengah 2 siang. (Ini perhitungan matematikanya bener kan ya??).

Mari lebih fokus, bukan fokus sama perhitungan waktu, tapi fokus pada sebuah cerita. Cerita ini emang lumayan banyak pemanasannya, contohnya aja, ini udah paragraf ke-4 tapi masih aja basa-basi. Gak suka sama basa-basi? Sabar! ini mau mulai kok.

Ketika sampai kantor, hal pertama yang dilakukan adalah menyalakan PC, membuka program Mozilla Firefox, Google Chrome, Home Folder, dan Open Office tentunya. Tugas dari sebuah pekerjaan yang sudah 6 bulan terakhir dijalani, kadang bosan dan kadang semangat. Ketika membuka web resmi kantor, melihat sebuah pengumuman yang lumayan menarik tangan untuk mengklik link tersebut. "Hatta Radjasa Writing Competition 2012" adalah sebuah tagline dari link tersebut. Agak mengerenyitkan dahi memang, tapi lumayan tertarik dengan writing competitionnya. Walaupun di depan kata "writing competition" itu ada nama politikus, dan mungkin ini adalah salah satu misi untuk menambah imejnya atau apalah itu, tapi saya lebih tertarik sama rangkaian kata dibalik nama politikus tersebut.

Setelah membaca lebih lanjut mengenai ketentuan dan syarat-syaratnya, merasa lebih menggebu-gebu untuk ikut. Dulu, waktu SMP dan SMA memang selalu unggul dalam hal tulis menulis (bukannya sombong yah). Tapi, semenjak kuliah, tak ada lagi prestasi, tak ada lagi yang bisa dipamerkan atau disombongkan, kecuali sombong karena status single (aduh maaf curhat). Lanjutin lagi yah.

Adrenalin terpacu dengan cepatnya, setelah menyelesaikan semua pekerjaan yang ada, seketika googling dengan keyword "cara membuat artikel". As i though, bukan google namanya kalau gak ngasih banyak tautan. Satu persatu tautan dibuka, dibaca dengan cermat, dan akhirnya terdapat satu kesimpulan:
 "MENULIS ARTIKEL BAIK ILMIAH MAUPUN NONILMIAH ITU GAK GAMPANG! SAMA SEKALI GAK GAMPANG"

Kalimat itu terus nempel di kepala sampai detik ini. Banyak yang harus diketahui dalam membuat artikel, banyak yang harus diteliti, banyak yang harus dikuasai, dan banyak yang harus dipertanggungjawabkan ketika artikel dibuat. How dare you are?? Unfortunately I can't write even one article because I think I'm too stupid.

Pengen ikut lomba bikin artikel, tapi setelah googling contoh artikelnya, seketika sadar diri kalo pengetahuan yang dimiliki dangkal banget. Positifnya, merasa sangat terbelakang dari orang-orang yang udah nulis artikel. Mereka semua hebat, berpengetahuan luas. Mungkin bukan bagian rejekinya untuk jadi penulis. Ngehayal dikit boleh, tapi jangan ampe gak seimbang sama kemampuan diri. Kemampuan diri dalam menulis tidak ada, mungkin ini hanya hobi. Hobi seorang wanita ekstrovert yang gak betah kalo gak cerita. Bingung mau cerita sama siapa, akhirnya lari ke nulis.

Rajin membaca bukan bakat, tapi pilihan. Bisa nulis baru bakat, tapi kalo lama gak diasah, sama aja boong. So, which one? How dare you are, be a reader or writer??

Sekian
Ira


Tidak ada komentar:

Posting Komentar