Notes ini di tulis di kereta, ada banyak kejadian sepagi ini.
Mungkin saya yang terlalu berlebihan sensitif, atau apalah. Tapi yang
jelas, bawaannya sedih terus.
Alhamdulillah salah satu target dalam hidup sudah tercapai, tapi
perjuangan belum berakhir. Demi memenuhi janji kepada orang-orang yang
telah berjasa membantu saya hingga seperti ini, saya jadi merepotkan
orang tua. Iya, orang tua yang amat sangat saya sayangi, dan merekapun
begitu menyayangi saya.
Sesungguhnya, tidak ingin merepotkan mereka karena janji saya itu.
Tapi mau tidak mau mereka pasti repot. Kali ini janji saya hampir
terpenuhi, tapi masih saja ada kendala. Entah ini karena hati yang
terlalu sensitif.
Saya membawa barang yang tidak lazim dibawa oleh seorang wanita,
tepatnya lazimnya dibawa oleh kuli panggul. Ayah, yang sehari-hari
mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena Ibu yang sudah tidak sanggup
lagi mengerjakannya. Saya tahu Ayah capek, butuh asisten rumah tangga,
tapi susah carinya.
Pagi ini, saya terlalu merepotkan Ayah. Beliau ingin sekali
mengantar saya sampai tujuan, namun saya tak tega. Ah, diantar sampai
stasiun saja saya sudah amat tak tega. Saya memberi alasan yang
sebenarnya tidak pasti. "Nanti barangnya di bawain si A kok, Yah. Gak
usah nganterin Teteh segala. Sampai stasiun saja cukup."
Maaf, sudah amat sangat merepotkan. Orang tua saya adalah orang tua
terbaik seantero jagad. Semua kebahagiaan saya, saya persembahkan untuk
kalian. Semua keluh kesah saya, inginnya saya pendam sendiri. Tapi
kalian selalu saja bisa membuat saya untuk tidak memendamnya. Ah, kalian
bisa saja.
I love you, Ayah, Ibu...
Ira
Ditulis pada tanggal 2 Februari 2013, pukul 4:53 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar