Senin, 01 Agustus 2016

Bersyukur, Bertahan dan Berprasangka Baik

Pernahkah kamu merasa terlalu bahagia sampai tidak tahu lagi harus bagaimana berterima kasih kepada Tuhanmu? Segala target hidup terpenuhi, dikelilingi orang terkasih, semua doa terkabul oleh Tuhan, dikasihi oleh semua orang, selalu semangat beribadah, finansial tercukupi. Adakah celah untuk mengeluh? Sempatkah untuk sedih? Tentu tidak. Semuanya terlalu indah. Sampai beberapa waktu, kamu bertanya kepada Tuhan, apakah semua ini akan kekal? Tidakkah Tuhan memberikan ini semua untukku hanya untuk mengujiku? Toh ujian Tuhan bukan hanya sekadar hal-hal berat yang sedang dijalani oleh seorang hamba, namun kebahagiaan yang bertubi-tubi juga bisa dianggap ujian. Seberapa kuat hamba selalu bersyukur, seberapa kuat hamba mempertahankan yang sudah dicapai, seberapa jernih hati hamba untuk selalu berprasangka baik bahwa Tuhan tidak sedang menguji dengan kebahagiaan, namun sedang memberikan kenikmatan dan kebahagiaan bertubi-tubi karena hamba selalu bersyukur, selalu meminta. Percayalah, ketika kamu sedang mengalami kebahagiaan yang bertubi-tubi, jangan pernah berpikir bahwa Tuhan sedang mengujimu, atau sedang mempersiapkan ujian berat kedepannya. Tuhan hanya sedang mengasihi hambaNya, akan terus seperti itu jika kamu terus bersyukur, mempertahankan, berprangska baik pada Tuhan.

Jakarta, 21 Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar