2 pekan terakhir, kesibukan saya berubah. Tempat tinggal di
Jakarta yang biasanya saya tempati sudah jarang sekali saya sambangi.
Bahkan rumah saya di Banten sana sudah tak sempat saya singgahi.
Aktifitas saya hanya duduk mendengarkan Profesor berbicara, sesekali
berbincang dengan teman sekelas sambil makan siang, berolah raga, dan
yang paling terbaru adalah menyambangi sanak di rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari tempat saya menuntut ilmu sekarang.
Beliau berusia kurang lebih 30 tahun, mempunyai 2 orang jagoan kecil, suami yang begitu setia menemani, pekerjaan yang sudah mumpuni, pendidikan yang layak, dan dikelilingi oleh keluarga serta lingkungan yang penuh kasih. Saking sayangnya Tuhan kepada beliau, beliau diberikan satu titipanNya. Kehidupan yang tadinya begitu sempurna dan akan jauh disempurnakan oleh Tuhan. Penyempurnaan kehidupan beliau adalah dianugerahi gangguan kesehatan yang mungkin tidak semua orang akan kuat seperti beliau.
Hampir 2 tahun menderita penyakit ini, memang menguras tenaga, waktu, uang, dan segalanya. Tuhan memang sedang menyempurnakan hidup beliau. Dari beliau, saya amat sangat mengambil banyak pelajaran. Apalah saya yang kuliah 9 semester masih saja mengeluh kepada Tuhan, mengapa tidak pas 8 semester saja? Apalah saya yang sudah dinyatakan lulus sebagai Abdi Negara kemudian dengan tiba-tiba dianulir oleh sang penguasa? Apalah saya yang amat sangat mengharapkan dia selama 5 tahun dan hanya berujung untuk tidak menjalani hidup bersamanya seumur hidup?
Semua masalah yang dianggap amat sangat berat dalam hidup saya, tidaklah sebanding dengan anugerah yang diberikan Tuhan kepada beliau. Beliau sumber inspirasi saya untuk terus mengemban pendidikan yang lebih layak, terus berusaha dekat dengan Tuhan, terus berusaha hidup baik dengan sesama, terus berusaha mencari uang sebanyak-banyaknya untuk sekadar makan dan belanja di Mall, dan terus berusaha mencari pendamping yang tidak akan pernah membuat menyesal seumur hidup.
Jadilah selalu inspirator bagi saya, bagi semua orang. Tuhan selalu mempunyai rencana lain. Semangat untuk kesembuhannya, lekas kuat untuk pengobatan kemoterapinya. Aamiin...
(ditulis pada 25 Maret 2014)
Beliau berusia kurang lebih 30 tahun, mempunyai 2 orang jagoan kecil, suami yang begitu setia menemani, pekerjaan yang sudah mumpuni, pendidikan yang layak, dan dikelilingi oleh keluarga serta lingkungan yang penuh kasih. Saking sayangnya Tuhan kepada beliau, beliau diberikan satu titipanNya. Kehidupan yang tadinya begitu sempurna dan akan jauh disempurnakan oleh Tuhan. Penyempurnaan kehidupan beliau adalah dianugerahi gangguan kesehatan yang mungkin tidak semua orang akan kuat seperti beliau.
Hampir 2 tahun menderita penyakit ini, memang menguras tenaga, waktu, uang, dan segalanya. Tuhan memang sedang menyempurnakan hidup beliau. Dari beliau, saya amat sangat mengambil banyak pelajaran. Apalah saya yang kuliah 9 semester masih saja mengeluh kepada Tuhan, mengapa tidak pas 8 semester saja? Apalah saya yang sudah dinyatakan lulus sebagai Abdi Negara kemudian dengan tiba-tiba dianulir oleh sang penguasa? Apalah saya yang amat sangat mengharapkan dia selama 5 tahun dan hanya berujung untuk tidak menjalani hidup bersamanya seumur hidup?
Semua masalah yang dianggap amat sangat berat dalam hidup saya, tidaklah sebanding dengan anugerah yang diberikan Tuhan kepada beliau. Beliau sumber inspirasi saya untuk terus mengemban pendidikan yang lebih layak, terus berusaha dekat dengan Tuhan, terus berusaha hidup baik dengan sesama, terus berusaha mencari uang sebanyak-banyaknya untuk sekadar makan dan belanja di Mall, dan terus berusaha mencari pendamping yang tidak akan pernah membuat menyesal seumur hidup.
Jadilah selalu inspirator bagi saya, bagi semua orang. Tuhan selalu mempunyai rencana lain. Semangat untuk kesembuhannya, lekas kuat untuk pengobatan kemoterapinya. Aamiin...
(ditulis pada 25 Maret 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar