Minggu, 28 Desember 2014

Malam Minggu

Malam Minggu, pukul 20:45, dengan usia yang sudah tidak lagi belia. Tentu akan memilih untuk tetap tinggal di rumah, menghabiskan waktu bersama keluarga. Lebih memilih hangatnya udara ruang rumah, daripada dinginnya angin malam dan hingar bingar para kawula muda.

Ini akhir pekan. Ya, saya tahu ini akhir pekan. Adakah kegiatan lain selain menulis di depan layar 11,5 inchi dan menggerakkan hari di atas 76 tombol itu?

Tuntutan pekerjaan yang padat, tuntutan studi yang lumayan berat, Serra tuntutan batin yang ingin sekalimenyelesaikannya lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan.

Saya sudah tidak lagi berusia remaja. Memasuki tahap usia dewasa bagi seorang wanita. Menjalani beberapa peristiwa yang luar biasa untuk wanita seusia saya, bertemu dengan orang yang luar biasa hebat, berkunjung ke tempat yang membuat saya bingung selain mengucapkan 'Subhanallah', serta memiliki Kasih Tuhan yang selalu membuat saya 'naik kelas' atas yang saya sebutkan tadi.

Orang lain hanya mengukur kebahagiaan pada titik pencapaian yang terlihat oleh mata. Tidak ada yang mengetahui titik pencapaian ketaatan pada Tuhan. Ya, Tuhan itu Maha Adil. Jika saja umatNya dapat melihat titik itu, maka ibadah tidak lagi menjadi hubungan yang intim bagi Tuhan dan hambaNya. Ah, tidak terlihatpun, masih banyak manusia yang rajin mengumbar keintiman bersama Tuhannya.

Setelah menulis ini, mematikan laptop, menonton acara pernikahan yang hampir satu pekan ini membuat heboh, karena saya ditinggalkan sendirian di rumah, orang tua sedang malam mingguan ke mini market depan komplek. Kelak jika mereka Pulang, saya mungkin akan tertidur di pangkuan ibunda karena empuknya paha, dan lembutnya belaian beliau mengelus mahkota saya.

Selamat bermalam minggu.

(Ditulis pada tanggal 18 Oktober 2014)

1 komentar: