Malam Minggu, pukul 20:45, dengan usia yang sudah tidak lagi belia.
Tentu akan memilih untuk tetap tinggal di rumah, menghabiskan waktu
bersama keluarga. Lebih memilih hangatnya udara ruang rumah, daripada
dinginnya angin malam dan hingar bingar para kawula muda.
Ini akhir pekan. Ya, saya tahu ini akhir pekan. Adakah kegiatan lain selain menulis di depan layar 11,5 inchi dan menggerakkan hari di atas 76 tombol itu?
Tuntutan
pekerjaan yang padat, tuntutan studi yang lumayan berat, Serra
tuntutan batin yang ingin sekalimenyelesaikannya lebih cepat dari waktu
yang telah ditetapkan.
Saya sudah tidak lagi berusia remaja.
Memasuki tahap usia dewasa bagi seorang wanita. Menjalani beberapa
peristiwa yang luar biasa untuk wanita seusia saya, bertemu dengan orang
yang luar biasa hebat, berkunjung ke tempat yang membuat saya bingung
selain mengucapkan 'Subhanallah', serta memiliki Kasih Tuhan yang selalu
membuat saya 'naik kelas' atas yang saya sebutkan tadi.
Orang
lain hanya mengukur kebahagiaan pada titik pencapaian yang terlihat oleh
mata. Tidak ada yang mengetahui titik pencapaian ketaatan pada Tuhan.
Ya, Tuhan itu Maha Adil. Jika saja umatNya dapat melihat titik itu, maka
ibadah tidak lagi menjadi hubungan yang intim bagi Tuhan dan hambaNya.
Ah, tidak terlihatpun, masih banyak manusia yang rajin mengumbar
keintiman bersama Tuhannya.
Setelah menulis ini, mematikan
laptop, menonton acara pernikahan yang hampir satu pekan ini membuat
heboh, karena saya ditinggalkan sendirian di rumah, orang tua sedang
malam mingguan ke mini market depan komplek. Kelak jika mereka Pulang,
saya mungkin akan tertidur di pangkuan ibunda karena empuknya paha, dan
lembutnya belaian beliau mengelus mahkota saya.
Selamat bermalam minggu.
(Ditulis pada tanggal 18 Oktober 2014)
malam lamaran kl udah berumur uhuk
BalasHapus