Minggu, 03 Januari 2016

Hasil 2015

Alhamdulillah masih bisa menghirup udara di tahun 2016 ini. Saya amat sangat bersyukur kepada Allah untuk segala nikmat dan karuniaNya kepada saya. Begitu sayangnya Allah kepada saya, tidak mungkin saya tidak menyayangiNya kembali.  

Tahun 2015 telah terlewati. Banyak sekali hal-hal yang sudah saya capai. Berikut ingatan saya kembali ke tahun lalu.

Januari: Saya benar-benar memutuskan untuk hidup sendiri, tanpa pendamping. Mendapati dia sudah memiliki pengganti saya, walau perih tapi harus tetap tegar. Ini untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Selebihnya, hanya itu yang mungkin saya ingat dan berarti di bulan Januari 2015 lalu.

Februari: Selalu saja banyak kejutan yang ada di bulan penuh cinta ini. Bulan ini saya lahir, bulan ini banyak mendapatkan kado indah dari Allah (berupa nikmat iman, islam, kesehatan dan kebahagiaan), kado indah dari orang tua dan keluarga, dan kado indah dari para sahabat. Hampir semua hadiah yang saya dapat adalah benda-benda bergambarkan doraemon. Dari situ saya introspeksi diri, mereka menganggap saya sebagai sosok yang masih kekanakan dengan memberikan hadiah bergambarkan tokoh kartun yang saya sukai. Namun, ada hal lain yang saya amat sangat syukuri yaitu keikhlasan dan doa yang mereka tuturkan untuk saya. terakhir, saya menjalani satu fase dalam tugas akhir penelitian saya. Bulan ini saya menjalani seminar proposal dengan lancar car carrrr... Alhamdulillah...

Maret: Saya kembali melakukan hal yang amat saya sukai. Mengunjungi kota Yogyakarta. Kota yang amat saya sukai. Kota yang ingin saya jadikan tempat berpulang dan tempat mengusir kepenatan. Selain Yogya, saya juga mengunjungi kota Semarang. Kedua kota itu mungkin tidak saya kunjungi untuk pertama kalinya, tapi karena saya terlalu jatuh cinta dengan Yogya, saya masih saja tidak bisa memejamkan mata ketika malam sebelum keberangkatan (sooooo excited). Bertemu dengan orang-orang baru, adik kelas, sahabat dan mengunjungi tempat yang baru. Liburan yang sangat menyenangkan.

April: Sebelum melakukan penelitian pasca seminar proposal, saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Bandung bersama teman-teman kuliah. Lumayan lah refreshing. hehehehe... Melakukan penelitian di 3 sekolah sekaligus. Ini mungkin bulan yang lumayan berat. Berat dalam segala hal. Biaya? Tentu saja. Saya harus mencetak buku sebanyak siswa tempat penelitian saya. Iya, 3 sekolah. Belum lagi saya harus melakukan uji expert sebanyak 5 orang expert beserta kenang-kenangannya, dan masih banyak lagi. Saya sempat jatuh sakit di bulan ini, mungkin ini bulan yang lumayan berat dibanding bulan-bulan ysebelumnya. Secara, harus nyejar 3 sekolah untuk uji coba produk, ngejar dosen pembimbing yang stay di PUSTEKKOM daerah Parung (harus bolak-balik Rangkas-Parung atau Rawamangun-Parung), ngejar dosen expert untuk uji coba produk, beli perlengkapan untuk masuk kelas, mengurus surat keterangan penelitian ke dinas pendidikan Kabupaten dan tata usaha kampus. Semua itu saya lakukan sendirian. Iya, sendirian. Alhamdulillah semua pihak sangat kooperatif, semuanya berjalan lancar. Walaupun luar biasa capeknya.

Mei: Banyak hal yang tidak terduga. Saya secara tiba-tiba memutuskan kembali ke kota yang membuat saya jatuh cinta, Yogyakarta. Bertemu dengan teman-teman baru. Tadinya dalam rangka kondangan saja, tapi ujungnya bisa liburan bersama. Hehehehe... Bulan ini juga saya mendapatkan kabar kalau saya diterima untuk bekerja di universitas swasta ternama di Jakarta sebagai konsultan kurikulum. Walaupun tidak mengajar seperti yang saya inginkan sebelumnya, tapi ini patut dicoba. Sebelum memulai bekerja, saya mengikuti berbagai seminar di kampus tercinta bersama teman-teman sekelas, kebetulan pada saat itu sedang masuk bulan Dies Natalis kampus saya. Lumayan dapet sertifikat dan makan gratis. Maklum anak kosan. Hehehe...

Juni: Mulai bekerja dengan resmi di universitas swasta ternama di Jakarta, bertemu dengan teman-teman baru, lingkungan baru, kosan baru, berpisah dari Ayu yang sudah sekamar dengan saya selama 7 tahun. Satu bulan ini saya sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Masih bolak-balik kampus untuk bimbingan mengenai penelitian saya, masih harus merubah mindset bekerja bukan lagi bermain. Bulan ini juga saya menghadapi bulan Ramadhan yang sudah menjadi kewajiban seluruh muslim untuk berpuasa. Tidak hanya bulan penuh dengan puasa, bagi saya ini merupakan titik balik puncak kehidupan dan sejauh mana saya bisa beribadah kepada Tuhan dengan lebih dalam satu tahun terakhir.

Juli: Masih menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan, bolak balik kampus untuk bimbingan, dan mengakhiri bulan ramadhan dengan happy. Tahun sebelumnya saya mengingkari janji "setiap ramadhan harus khatam Qur'an", tapi tahun ini alhamdulillah terealisasi kembali. Sungguh 2014 adalah tahun ibadah termalas. Di penghujung Juli ini, saya akhirnya menjalani sidang penelitian. Memperoleh gelar magister sebelum usia saya 25 tahun adalah salah satu target hidup yang sudah saya penuhi. Ah... Allah memang baik...

Agustus: Masih harus bolak balik kampus untuk mengejar tanda tangan dosen demi wisuda September, masih harus menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan. Bulan ini lumayan berat. Dalam 1 minggu, saya hanya bekerja bisa 2 hari saja. Sisanya ke kampus, pemberkasan, mengejar tanda tangan dosen. Ah, saya malu dengan atasan saya. Tapi ini konsekuensinya, karyawan baru tapi sudah banyak izin. hehehehe...

September: Alhamdulillah akhirnya saya wisuda. Tepatnya tanggal 3 September 2015 saya wisuda. Banyak sekali kebahagiaan bahkan insidenpun saya jadikan kebahagiaan. Insiden kebaya yang akan saya kenakan saat wisuda ketinggalan di rumah. Kok bisa? Waktu tempuh antara rumah saya dengan tempat wisuda itu 3 jam. Kalau saya memakai kebaya dan sudah berdandan rapi dari rumah, pasti sampai tempat wisuda sudah luntur dan bau keringat (walaupun mobilnya AC). Saya putuskan untuk memakai kaos oblong dan legging selama perjalanan. Alhasil, saat memasuki ruangan upacara sakral wisuda saya memakai kaos oblong dan legging berbalut toga. Tidak apa, yang penting bulu mata, hijab dan make up sudah hits. hehehehe...

Oktober: Bulan Dzulhijjah, bulannya banyak yang menikah. Banyak sekali teman-teman saya yang memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya di bulan ini. Itu berarti, banyak pula yang bertanya kepada saya "Kapan nyusul?". Wasaisul. Saya hanya bisa menjawabnya dengan senyuman. Berharap tidak akan ada lagi pertanyaan seperti itu. Sementara calonpun masih belum terlihat hilalnya. Hehehehe...

November: Tidak ada kejadian berarti. Hal yang paling saya ingat adalah pergi tamasya ke kebun bunga bersama Ayah, Ibu dan teman-teman satu pekerjaannya. Oya, bulan ini saya mulai bisa mengikuti ritme pekerjaan. Cukup lama sepertinya untuk menyesuaikan diri, tapi saya berusaha keras untuk jadi yang lebih baik lagi dalam pekerjaan.

Desember: Bulan ceria karena hampir 2 minggu banyak liburnya. Libur akhir tahun ini saya tidak bepergian ke mana-mana. Hanya diam saja di rumah, menonton film-film yang belum saya tonton di laptop, mengajak adik liburan ke Jakarta.

Itulah kisah saya di tahun 2015. Beberapa mengejutkan, diluar ekspektasi dan Subhanallah sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar