Mengapa suhu badan ini secara tiba-tiba naik, sedang kulit
mengeluarkan keringat, napsu makanpun hilang. Seluruh ujung dari anggota
tubuh dingin, wajah pucat tak karuan.
Bertahun menahan
perasaan, berkorban demi masa depan, merelakan segalanya demi orang
tua. Mungkin inilah yang disebut pengorbanan. Perasaan memang bukan
suatu hal untuk dikorbankan. Tidak pantas rasanya menyebutnya
dikorbankan. Diri ini seakan sudah mencapai segala yang diinginkan,
namun masih saja tetap kurang bersyukur.
Ah... Manusia ini apa maunya?
Genap
3 tahun lalu mencoba merelakan segenap perasaan untuk mengejar masa
depan yang lebih baik lagi. Selama itu juga berjuang mati-matian untuk
merelakan, tidak mengingat, tidak membahas, ataupun sekedar memikirkan.
Bagi saya, haram hukumnya.
Di antara berjuang
mati-matian melupakan, juga berjuang mati-matian untuk mendapatkan masa
depan. Memang sangat bertolak belakang. Waktu 3 tahun hanya cukup untuk
mendapatkan apa yang saya perjuangkan mati-matian, tapi tidak cukup
untuk merelakan apa yang saya lepaskan mati-matian juga. Semoga ini
hanyalah godaan setan, hasutan jin kafir, dan ujian dari Allah.
Berdoa
secara mati-matian, mungkin hal itulah yang akan selalu ditanamkan
dalam diri. Diiringi dengan berusaha secara mati-matian semoga
senantiasa berada di jalan Allah, jauh dari hal-hal yang dibenci
olehNya. Aamiin.
Ditulis 17 September 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar