Minggu, 03 Januari 2016

Mati-matian

Mengapa suhu badan ini secara tiba-tiba naik, sedang kulit mengeluarkan keringat, napsu makanpun hilang. Seluruh ujung dari anggota tubuh dingin, wajah pucat tak karuan.

Bertahun menahan perasaan, berkorban demi masa depan, merelakan segalanya demi orang tua. Mungkin inilah yang disebut pengorbanan. Perasaan memang bukan suatu hal untuk dikorbankan. Tidak pantas rasanya menyebutnya dikorbankan. Diri ini seakan sudah mencapai segala yang diinginkan, namun masih saja tetap kurang bersyukur.

Ah... Manusia ini apa maunya?

Genap 3 tahun lalu mencoba merelakan segenap perasaan untuk mengejar masa depan yang lebih baik lagi. Selama itu juga berjuang mati-matian untuk merelakan, tidak mengingat, tidak membahas, ataupun sekedar memikirkan. Bagi saya, haram hukumnya.

Di antara berjuang mati-matian melupakan, juga berjuang mati-matian untuk mendapatkan masa depan. Memang sangat bertolak belakang. Waktu 3 tahun hanya cukup untuk mendapatkan apa yang saya perjuangkan mati-matian, tapi tidak cukup untuk merelakan apa yang saya lepaskan mati-matian juga. Semoga ini hanyalah godaan setan, hasutan jin kafir, dan ujian dari Allah.

Berdoa secara mati-matian, mungkin hal itulah yang akan selalu ditanamkan dalam diri. Diiringi dengan berusaha secara mati-matian semoga senantiasa berada di jalan Allah, jauh dari hal-hal yang dibenci olehNya. Aamiin.

Ditulis 17 September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar