Jarak Kota Jakarta dan Rangkasbitung tidaklah dekat, saya sering iseng mencoba kalkulasi dengan aplikasi ojek online yang ada di smartphone saya, mungkin ongkosnya bisa buat makan anak kost selama 3-5 hari. Tapi, bukan masalah ongkos ojek onlinenya, kembali pada jarak. Memasuki tahun ke-8 saya merantau di Ibukota negeri ini, rasanya saya masih belum bisa lepas dari pertemuan rutin nan singkat dengan orang tua. Tidak peduli seberapa lelah saya bekerja, tidak peduli seberapa sesaknya gerbong kereta, tidak peduli selarut apa malam, keinginan untuk sekedar mencium wangi khas rumah orang tua memang selalu menguatkan saya untuk pulang.
Mempunyai orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk merantau selain ke kota Jakarta, yang mewajibkan anaknya untuk selalu pulang disela kesibukannya, mengirimkan pesan sekadar mengingatkan menjaga diri, ibadah dengan taat dan menjaga kesehatan, membuat saya merasa sangat berlimpah kasih sayang. Tuhan, jika memang kasih sayang ini terlalu berlimpah, mengapa hambaMu ini selalu saja mengeluh kepadaMu? Mengapa hambaMu ini selalu saja merasa kurang dan meminta lebih kepadaMu?
Karena Tuhan amat sangat senang jika hambaNya selalu meminta, tetapi cemburu jika hambaNya menduakanNya. Ah... Apakah doa-doa yang saya panjatkan termasuk meminta kepadaNya? Atau mungkin Tuhan merasa cemburu karena jika saja doa saya dikabulkan maka saya akan lebih fokus kepada yang lain?
Ditulis pada 14 Oktober 2015
Ditulis pada 14 Oktober 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar