Seseorang yang tidak pernah bertindak tegas atas apa yang akan ia putuskan.
Seseorang yang tidak pernah peduli pada perasaannya sendiri.
Seseorang yang selalu mengalah untuk kepentingan orang lain.
Seseorang yang selalu tidak tega untuk berkata tidak.
Seseorang yang mudah untuk mengatakan iya.
Seseorang yang sebenarnya tidak bisa jika ia sendiri.
Seseorang yang sebenarnya tidak bisa menutup rahasianya sendiri.
Seseorang yang selalu berusaha untuk jauh lebih baik lagi.
Seseorang yang selalu dekat dengan teman yang itu-itu ssaja.
Seseorang yang tidak menyukai buah apel.
Seseorang yang amat sangat menyukai segala hal tentang Doraemon.
Seseorang...
Seseorang yang katanya menulis tulisan ini...
Selasa, 20 November 2012
Minggu, 11 November 2012
Keras, Kuat, dan Meminta
Alhamdulillah, doa yang selama ini terkabul. Menjalani seminar proposal skripsi di hari pertama dengan nomer urut pertama maju presentasi.
Percaya atau gak, Allah pasti ngabulin doa setiap hambanya (ini sih wajib percaya). Akhirnya, setelah penantian panjang, seminar proposal skripsi lewat juga.
Mungkin yang baca blog ini bosen sama ocehan skripsi terus, tapi mau gimana lagi. Ini fase kehidupan, mau gak mau harus ngelewatin, dan pasti akan kangen sama masa-masa ini.
Manusia emang gak pernah puas sama apa yang dia dapetin sekarang. Begitu juga saya, setelah memohon dan meronta kepada Allah agar Ketua Jurusan mau membuka jadwal seminar porposal skripsi, langsung diteruskan dengan meronta kembali kepada Tuhan, agar bisa lulus semester ini. Bukankah Allah sangat senang kepada hambaNya yang suka meminta kepadaNya? Semakin diminta, Allah semakin senang dan cinta kepada hambaNya. Bukankah Tuhan itu baik? Iya, Tuhan itu baik.
Doamu belum bisa terkabulkan, bukan tidak. Tergantung pada sekeras apa usahamu, sekuat apa doamu, dan sebanyak apa kamu meminta kepadaNya.
Semoga semester 9 ini (HARUSNYA PROGRAM STRATA 1 ITU CUMA 8 SEMESTER!!) mungkin yang 1 semester ini babak bonus, bisa lulus. Iya, cukup 1 semester ini saja. Masih banyak hal lain yang harus diselesaikan selain hanya kuliah saja. Mohon doanya bagi para pembaca. (ini dari dulu minta doanyaaaa muluk). Mhuahehehehe...
Hug and kiss
Ira :)
Minggu, 30 September 2012
CEMARAKU
Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Selamat pagi ayah, selamat pagi ibu
Mentari ini berseri indah
Terima kasih ayah, terima kasih ibu
Penuh hati berkata dari kami putra putri yang siap berbakti
Masih inget sama nyanyian itu?
Buat anak yang lahir tahun 90-an ke bawah pasti gak bakalan asing sama lagu itu. Sinetron keluarga yang amat sangat melekat di sanubari yang nulis ini, dan kalo dipikir-pikir, emang bagus banget sih sinetronnya. Jauh banget kualitasnya kalo dibandingin sama sinetron-sinetron jaman sekarang (lah emang saya manusia jaman apa?).
Mari merenung....
Siapapun, hanya 1 dari 100 orang yang menganggap lirik ini tidak bagus. Yakinlah kamu berasal dari keluarga dan akan kembali kepada keluarga. Sejauh apapun kamu melangkah, kamu lahir dari seorang ibu yang notabene adalah keluarga kamu. Kamu juga akan mati dan merasa lebih bahagia jika berada di tengah-tengah keluarga. Bahagiakah kamu yang jika mati akan dimandikan, dikafani, dan dishalatkan serta diiringi oleh keluargamu sampai liang lahat nanti? Jika ya, lakukan yang terbaik untuk keluargamu, jangan pura-pura tak acuh kepada mereka. Selain Allah, tempat kamu datang dan kembali adalah keluarga.
Selesai!!
Kenapa kali ini membahas tentang keluarga, karena akoh lagi cedih *oke ini lebay*. Bagi siapa saja yang baca blog ini, mohon doanya. Tanggal 20 September 2012 yang akan datang, ibuku tersayang akan di operasi. Penyakitnya Hernoia Usus. Gak tau deh nama kedokterannya apaan. Intinya, sedih sudah pasti. Mikir kemana-mana. Gimana kalo ibu nanti kenapa-kenapa? Gimana kalo ibu tambah parah penyakitnya setelah operasi? Gimana kalo ibu punya penyakit lain? Gimana gimana gimanaaa?
Jalan satu-satunya cuma bisa semangatin ibu. Nangis? Pasti lah namanya juga orang tua yang paling disayang. Walopun sedih dan pasti nangis, jangan sesekali ngeliatin tampang begitu di depan ibu. I Love Mom...
5 Perkara Sebelum 5 Perkara
Alhamdulillah...
Satu pekan sudah
ibundaku sudah melewati operasi Hernia Ususnya. Terima kasih atas semua doa dan
dukungannya, serta kunjungannya kepada seluruh keluarga, sahabat, teman, rekan
kerja, wali murid dan semua pihak. (Oke ini kayak pembukaan pidato).
I don’t know how to
explain my feeling now. Berjuta terimakasih kepada Allah, yang udah ngasih umur
panjang sama ibu, orang yang paling saya sayangi di muka bumi ini.
Selama di rumah sakit
satu pekan lalu, merasa banyak sekali pengalaman yang di dapat. Betapa
kesehatan amat sangat penting. Melihat tubuh ibu yang terbujur kaku pasca
operasi, merintih kesakitan saat biusnya sudah hilang, mengurus ibu layaknya
bayi yang baru lahir, membuat ibu tertawa agar lupa dengan sakitnya, menjamu
tamu yang membesuk ibu, semua itu saya lakukan hanya untuk kesembuhan ibu. Kalo
bukan Ira Arini, lalu siapa lagi?
Seorang putri sulung
dari Ibu Ecen Masenti, kuliah hanya untuk bimbingan skripsi, ada banyak waktu
dan kesempatan untuk mengurus sang ibu yang sedang sakit. Kadang, hati ini
selalu ingin menangis saat harus memandikan ibu. Tuhan, mengapa secepat ini
Engkau membalikkan keadaan? Hanya dalam waktu 21 tahun saja Engkau memberikan
waktu. 21 tahun lalu, ibu yang merawat, memandikan, menyuapi makan, memakaikan
pakaian, dan mengajarkan hal-hal dasar agar mandiri sebagai manusia. Namun 21
tahun kemudian, Engkau membalikkan semuanya. Tak ada kata mengeluh bagiku,
karena mungkin ini hanya sebuah ujian untuk hambaMu agar naik kelas keimanan,
ketaqwaan, serta keislamannya.
Karena kejadian ini, jadi keinget
sama lagu nasyid yang sering diputer di Pondok Pesantren dulu kalo sore-sore.
Masih ingat dengan lagu group nasyid
Raihan?
"Pergunakan masa mudamu sebelum
datang masa tuamu"
"Pergunakan masa luangmu
sebelum datang masa sibukmu”
"Pergunakan waktu sehatmu
sebelum datang waktu sakitmu”
"Pergunakanlah waktu kayamu
sebelum datang waktu miskinmu”
"Pergunakan hidupmu sebelum
datang matimu”
Ini sebenarnya adalah Hadits
Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim, Tarmidzi (abis googling dulu tadi).
Selamat merenungkan
ini. Tapi, jangan Cuma direnungi sih, di jalani akan lebih baik. Karena
sebaik-baiknya umat Rasul adalah umat yang melaksanakan sunatNya Rasul.
Rabu, 08 Agustus 2012
Sebagian kecil yang membangun pribadi disiplin
Ketika kamu sedang marah, maka ambillah air wudhu.
Ketika marahmu dalam keadaan duduk, maka berdirilah.
Ketika kamu lapar, segeralah kamu makan.
Ketika kamu makan, berhentilah sebelum kamu kenyang.
Ketika kamu mencintai seseorang, usahakan biasa saja mencintainya.
Ketika kamu membenci seseorang, usahakan biasa saja membencinya.
Ketika kamu hendak minum, akan lebih baik dalam posisi duduk.
Ketika kamu hendak makan, akan sama saja bila duduk dan berdiri.
Ketika kamu ingin tidur, akan lebih baik jika tidak terlalu pagi.
Ketika kamu tertidur, bangunlah sebelum matahari menyapamu.
Ira
Ketika marahmu dalam keadaan duduk, maka berdirilah.
Ketika kamu lapar, segeralah kamu makan.
Ketika kamu makan, berhentilah sebelum kamu kenyang.
Ketika kamu mencintai seseorang, usahakan biasa saja mencintainya.
Ketika kamu membenci seseorang, usahakan biasa saja membencinya.
Ketika kamu hendak minum, akan lebih baik dalam posisi duduk.
Ketika kamu hendak makan, akan sama saja bila duduk dan berdiri.
Ketika kamu ingin tidur, akan lebih baik jika tidak terlalu pagi.
Ketika kamu tertidur, bangunlah sebelum matahari menyapamu.
Ira
Tolong di-Aamiin-in
Lama gak update blog...
Anyway, sekarang bulan Ramadhan, udah hari ke 20. sekedar berbagi,
bulan Ramadhan itu dibagi menjadi 3 bagian. Dibagi berdasarkan tingkatan hari.
10 hari pertama itu turunnya rahmat dari Allah SWT
10 hari ke dua itu turunnya ampunan dari Allah SWT
Dan 10 hari terakhir itu Allah berjanji membebaskan umatnya dari
api neraka.
Cuma itu ajasih sharingnya, semoga bermanfaat. *benerin jilbab*
Anggap saja yang di atas itu prolog, sekarang kita masuk ke isi.
Renungan selama bulan Juli-Agustus ini. Sebenarnya ada unek-unek di hati,
banyak banget. Melihat temen-temen seangkatan yang ambil Strata 1 sudah pada
sidang skripsi, sementara saya bersama teman-teman sejurusan dan seangkatan
masih berkutat di BAB 2, BAB 1, bahkan judul. Belum lagi orang tua yang merasa
tidak mau tahu akan keadaan anaknya yang sedang berjuang, tahunya lulus aja
gitu. Alesannya, ya karena tugas orang tua itu membiayai anak, tugas menyelesaikan
skripsi ya buat anak (emang gitu sih harusnya). Jadi intinya, KAPAN LULUSNYA
INI DARI DULU GAK BERES-BERES SKRIPSINYAAAAA???
Oke, mari kita lupakan tentang skripsi. Percaya ajalah, semua akan
selesai pada waktunya. Yang penting dijalani dan dikerjain tentunya.
Di bulan ramadhan ini, banyakin doa aja, merenungi kehidupan yang
dulu gimana (gimana gak banyak dosa?), membekali diri dengan iman, meningkatkan
intensitas ibadah sama Allah (ceileh Ra, bahasanya) dan tentunya usaha, usaha
nulis skripsi (teteup balik lagi ke skripsi). Iya, intinya gitu deh, banyakin
ibadah aja soalnya katanya Allah janji akan melipat gandakan pahala buat
umatNya yang beramal di bulan suci ramadhan.
Anyway, pernah mikir gak sih setahun kedepan bakal jadi apa?
Ramadhan tahun ini sukses jadi pengangguran sejati di rumah, skripsi males
dikerjain (ini lagi dibahas? Sampai kapan?) dan tentunya gak ada income yang
berarti untuk kantong. Mau minta sama orang tua, muka mau ditaro dimana? Malu lah
udah umur segini. Tapi, ambil positifnya aja deh, makin jadi pengangguran,
makin banyak peluang untuk mendekatkan diri sama Allah, makin banyak waktu buat
nyampah di social media, dan makin banyak waktu buat kumpul sama keluarga dan
sahabat (yang sahabat kalo ada duit aja kumpulnya).
Ramadhan tahun lalu, lagi PPL di Al-azhar dan itu gak banget. Ramadhan
sekarang lagi nista-nistanya (pengangguran dan belom jadi sarjana), target
ramadhan tahun depan (insyaAllah) sudah bergelar sarjana dan bekerja di tempat
yang cocok dan pas. Aamiin yaAllah. Ramadhan tahun depannya, sedang sibuk
mengerjakan tugas kuliah (niatnya mau kuliah lagi, Aamiin) dan, ehm... bisa
berubah nama belakang diri sendiri oleh nama imam kelak. (Aamiin lagi dong).
Itu aja dulu, kedepannya dilanjutkan lagi. Bagi pembaca, doakan
semoga bisa cepet lulus, pake toga, didampingin ayah-ibu, sama ada yang ngasih
bunga (ini siapa aja boleh kok J).
YaAllah, kabulkanlah semua doa dan harapanku.
Aamiin....
Ira
Selasa, 19 Juni 2012
I unLOVE SKRIPSI
Terkadang, semangat manusia selalu mengendur (sekendur kulitnya Nia Daniyati) atau selalu mengencang (sekencang kemeja Saipul Jamil). Hidup tanpa ada masalah memang terasa sangat basi. Iya, basi kalau kata anak muda jaman sekarang. Sekalinya diterpa masalah, malah mengeluh. Maunya apa coba yah ini manusia? Well, namanya juga manusia. Dikasih banyak cobaan malah mengeluh, gak dikasih cobaan malah bilang hidup ini datar.
Tahun ini sangat enjoy menjalani kehidupan, hampir tak ada masalah besar yang menghampiri. Tentu saja jangan lupa bersyukur kepada tuhan, mau ngapain lagi coba? Kurang enak apa coba hidup kaya gini? Tapi bosen! Bosen sebosen-bosennya. Ingin cepat meninggalkan Jakarta. Di kota ini saya terjebak, terjebak oleh kemacetan, cuaca, ketidakramahan, terutama terjebak kenangan *menyeka air mata*. Akhir-akhir ini sebagai manusia biasa, kelamaan hidup yang macem begini-begini aja gak cukup. Selalu mencari yang lebih baik diantara yang baik. Kadang pernah terpikir untuk mencari yang lebih baik dari baik yang telah dimiliki, namun selalu dihantui perasaan "takut menyesal". 2 kata yang selalu menghantui jika sedang berada dalam sebuah pilihan.
Ingin pergi dari kota Jakarta, menjauh dan tidak berurusan lagi dengan kota ini *niatnya sih begitu*, tapi perasaan takut menyesal masih saja menghampiri. Mungkin saat ini, saya sedang berada dalam titik kejenuhan. Jenuh bergaya hidup hedon, jenuh menjalani status mahasiswa (yang tak kunjung wisuda), jenuh menjadi anak yang masih meminta kepada orang tua, dan jenuh menjalani status #abaikan!!! Alasan utama untuk menetap di kota ini adalah MASIH NYEKRIPSI. Terus, bisa gak kalo masih skripsian tapi udah menjauh dari Jakarta? I wish...
Satu Minggu ini semangat mengendur, dan mulai hari ini mulai ada semangat dengan hal baru. Memulai hal yang akan diakhiri dengan secepatnya adalah sesuatu yang memotivasi saya. Saya mulai semangat baru, untuk mengakhiri skripsi dengan secepatnya. Intinya?? SELESEIN TUH SKRIPSI!!
Mulailah semangat barumu, semangat untuk mengakhiri skripsi (yang bagi sebagian mahasiswa itu hal suram).
Ira Arini
Rabu, 06 Juni 2012
Alarm yang Tak Pernah Ingkar Janji
6 bulan sudah menjalani keseharian yang itu-itu saja. Awal minggu bangun pagi-pagi buta, itupun dibangunkan oleh suara alarm yang tak pernah mengingkari janjinya. Ya, alarm yang tak pernah ingkar janji kepada pemiliknya. Mungkin kita sebagai manusia harus mengikuti contoh kesetiaan yang dimiliki alarm. Terkadang, sebelum alarm itu berbunyi, suara seorang wanita paruh baya di luar kamar sering sekali terdengar. Iya, beliau ibu saya. Ibu yang amat sangat hebat, ibu paling hebat yang ada dunia ini membangunkan putri sulungnya untuk pergi mengais ilmu dan menuntut rejeki (agak terbalik). Pergi ke ibukota negara yang mungkin sudah tak layak untuk ditinggali, tak layak untuk menjadi destinasi para petualang, Jakarta.
Setiap hari senin, dari pagi sampai sore, selalu duduk manis di gedung Aldevco octagon lantai 4, mahasiswa magang bagian Product Manajemen yang tinggal sendiri, duduk di sudut ruangan, itulah saya. Jika pukul 14.00 WIB tiba, dengan cepat saya pergi meninggalkan kantor menuju kampus, kuliah. Mahasiswa semester 8 kok masih kuliah? Yaaa, sekedar mengisi SKS yang kosong dan mengisi kekosongan saja, makanya kuliah. Kuliah sampai pukul 17.00 WIB, pulang ke kostan, atau sekedar bersantai sore sampai malam di McD Arion Mall dekat kostan.
Hari berikutnya, selasa sampai dengan jumat, bangun setiap pagi. Lagi, lagi dan lagi, mengandalkan alarm. Dia yang tak pernah ingkar janji membangunkan untuk beribadah kepada Tuhan sebelum matahari terbit dan mempermalukan hamba Tuhan yang masih saja terjaga.Alarm amat sangat berjasa untuk itu, mungkin dia tidak akan dibutuhkan lagi ketika sudah ada pasangan yang membangunkan (alamak curcol). Pergi ke kantor pada saat waktu Dhuha, dan pulang ke kostan ba'da Ashar. Terkadang, terselip kata "ingin mengejar target skripsi" yang sudah dari jauh hari tersetting di alarm. Itu semua dilakukan di sela-sela kesibukan magang loh. Jika hari jumat telah tiba, perasaan senang tak bisa disembunyikan dari mata yang harus terbungkus oleh lensa kacamata minus 3 ini. Senang bisa pulang kembali, senang bisa melihat senyum ibu, senang bisa ikut tawa canda dalam indahnya kekeluargaan.
Weekend di rumah? Terkadang pergi melepas penat bersama sahabat, terkadang hanya menghabiskan waktu untuk tidur dan beristirahat di rumah.
Sekali lagi, terima kasih pada alarm yang sudah memberikan kesetiaan kepada pemiliknya. Tanpa settingan pemilkmu, kamu tak akan pernah bisa disebut alarm. Apalah guna alarm jika dia tak bisa berbunyi dan mengingatkan pemiliknya.Lalu bagaimana dengan nasib skripsi yang masih saja jalan di tempat dengan kerangka berpikir dan penelitian yang relavan? Entahlah.Saya jadi merasa bukan orang yang setia setelah merenungkan hal ini.
Jika kamu mempunyai alarm, perlakukanlah dia dengan setia. Sesetia dia kepada pemiliknya. Seandainya kesetiaan alarmmu masih teruji dengan baik namun kamu masih melalaikannya tanpa aksi apapun, berarti kamu tidak setia pada alarmmu. Tidak setia pada janji yang sudah kamu sepakati dengan alarmmu. Tidak setia pada diri sendiri.
Aturlah waktumu dengan baik dan benar, agar semua target dalam dalam hidupmu tercapai. Walaupun tidak tepat waktu, minimal meleset sedikit lah, jangan kebanyakan. Namanya juga belajar.
Ira Arini
Selasa, 15 Mei 2012
Reader or Writer??
Selamat Malam...
Sekian lama gak update blog ini, banyak debu, bahkan sarang laba-laba yang harus dibersihkan karena lama tak berpenghuni. Well, kali ini akan bercerita, bukan cerita sih, tapi cuma share aja. Bedanya share ama cerita? whatever lah ya, yang penting berusaha untuk tetep nulis.
Alkisah di negeri dongernya Ira Arini...
Halah ini terlalu lebay, oke kita mulai saja.
Tadi siang, nyampe tempat magang jam setengah 2an. Seperti jadwal biasanya, hari selasa masuk kuliah dari jam 10 sampai jam 12 siang, ngobrol sebentar sama temen, ditambah perjalanan kampus-kantor memakan waktu satu jam, sampailah di kantor setengah 2 siang. (Ini perhitungan matematikanya bener kan ya??).
Mari lebih fokus, bukan fokus sama perhitungan waktu, tapi fokus pada sebuah cerita. Cerita ini emang lumayan banyak pemanasannya, contohnya aja, ini udah paragraf ke-4 tapi masih aja basa-basi. Gak suka sama basa-basi? Sabar! ini mau mulai kok.
Ketika sampai kantor, hal pertama yang dilakukan adalah menyalakan PC, membuka program Mozilla Firefox, Google Chrome, Home Folder, dan Open Office tentunya. Tugas dari sebuah pekerjaan yang sudah 6 bulan terakhir dijalani, kadang bosan dan kadang semangat. Ketika membuka web resmi kantor, melihat sebuah pengumuman yang lumayan menarik tangan untuk mengklik link tersebut. "Hatta Radjasa Writing Competition 2012" adalah sebuah tagline dari link tersebut. Agak mengerenyitkan dahi memang, tapi lumayan tertarik dengan writing competitionnya. Walaupun di depan kata "writing competition" itu ada nama politikus, dan mungkin ini adalah salah satu misi untuk menambah imejnya atau apalah itu, tapi saya lebih tertarik sama rangkaian kata dibalik nama politikus tersebut.
Setelah membaca lebih lanjut mengenai ketentuan dan syarat-syaratnya, merasa lebih menggebu-gebu untuk ikut. Dulu, waktu SMP dan SMA memang selalu unggul dalam hal tulis menulis (bukannya sombong yah). Tapi, semenjak kuliah, tak ada lagi prestasi, tak ada lagi yang bisa dipamerkan atau disombongkan, kecuali sombong karena status single (aduh maaf curhat). Lanjutin lagi yah.
Adrenalin terpacu dengan cepatnya, setelah menyelesaikan semua pekerjaan yang ada, seketika googling dengan keyword "cara membuat artikel". As i though, bukan google namanya kalau gak ngasih banyak tautan. Satu persatu tautan dibuka, dibaca dengan cermat, dan akhirnya terdapat satu kesimpulan:
"MENULIS ARTIKEL BAIK ILMIAH MAUPUN NONILMIAH ITU GAK GAMPANG! SAMA SEKALI GAK GAMPANG"
Kalimat itu terus nempel di kepala sampai detik ini. Banyak yang harus diketahui dalam membuat artikel, banyak yang harus diteliti, banyak yang harus dikuasai, dan banyak yang harus dipertanggungjawabkan ketika artikel dibuat. How dare you are?? Unfortunately I can't write even one article because I think I'm too stupid.
Pengen ikut lomba bikin artikel, tapi setelah googling contoh
artikelnya, seketika sadar diri kalo pengetahuan yang dimiliki dangkal
banget. Positifnya, merasa sangat terbelakang dari orang-orang yang udah nulis artikel. Mereka semua hebat, berpengetahuan luas. Mungkin bukan bagian rejekinya untuk jadi penulis. Ngehayal dikit boleh, tapi jangan ampe gak seimbang sama kemampuan diri.
Kemampuan diri dalam menulis tidak ada, mungkin ini hanya hobi. Hobi seorang wanita ekstrovert yang gak betah kalo gak cerita. Bingung mau cerita sama siapa, akhirnya lari ke nulis.
Rajin membaca bukan bakat, tapi pilihan. Bisa nulis baru bakat, tapi kalo lama gak diasah, sama aja boong. So, which one? How dare you are, be a reader or writer??
Sekian
Ira
Kamis, 26 April 2012
Let's talk about quality
Bagaimana doa dari seorang hamba Tuhan yang memiliki iman pas-pasan, terkadang goyah hanya karena rayuan es krim cone McD, kadang kuat karena menahan bau aroma apel, kadang biasa saja mendengar suara Vidi Aldiano, kadang histeris hanya sekedar memandang foto Rio Dewanto, Mario Maurer, Adam Levine, atau foto kamu mungkin? ah sudahlah.
Entah kenapa, amat sangat menyukai arti serta makna dari Doa ini. Silakan tebak ini doa apa. Yang jelas, doa ini amat sangat ajaib. apalagi dari segi kata-kata, puisi yang sangat memanjakan mata, memanjakan hati, dan memanjakan ketenangan jiwa. Lebih penting lagi memanjakan inspirasi, ketika membaca ini, inspirasi mengalir deras.
Mulai jatuh cinta pada doa ini saat masih sekolah dasar, dulu sekolah pagi belajar pelajaran umum layaknya di Sekolah Dasar Negeri, dan sekolah siang di Madrasah Ibtidaiyah komplek. Disuruh menghapal doa ini beserta artinya, seketika jatuh cinta pada doa ini. Namun, namanya juga hamba Allah yang masih amat sangat awam, mengerjakan yang wajib saja masih belang-betong, apalagi yang sunnah. Ibarat makan, yang wajib adalah nasi, yang sunah adalah lauknya. Tidakkah hanya puas dengan memakan nasi? tidakkah lebih enak jika nasi disantap dengan lauk agar lebih tercukupi kepuasan lidah serta gizinya?
Semua pilihan masing-masing. Semua orang pasti ingin memakan nasi serta lauknya. Lauk yang enak dan bergizi tentunya. Jika semua itu disama ratakan dengan ibadah, kualitas nasi yang kamu makan sama dengan kualitas pemenuhan kewajiban yang kamu lakukan, sejauh mana kamu serius beribadah dan berserah diri kepada Tuhanmu.
Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha adalah waktu dhuhaMu
dan keagungan adalah keagunganMU,
dan keindahan adalah keindahanMU,
dan kekuatan adalah kekuatanMU,
dan kekuasaan adalah kekuasaanMU,
dan perlindungan adalah perlindunganMU,
Ya Allah, jika rizkiku ada di atas langit, maka turunkanlah,
jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah,
jika masih sukar, maka mudahkanlah,
jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,
jika jauh, maka dekatkanlah,
dengan berkat waktu dhuhaMU, keagunganMU, keindahanMU, kekuatanMU dan kekuasaanMU,
limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada
hamba-hambaMU yang sholeh
NB: Kata rizki bisa saja diganti, misalnya diganti dengan "JODOH" atau "SKRIPSI" tapi jangan mengundang "MAUT"!! JANGAN!!!
Sebagai seorang hamba Tuhan yang memiliki agama, tidak ada salahnya saling mengingatkan dan memotivasi agar terus menjadi yang terbaik untuk Tuhanmu, setidaknya baik untuk diri sendiri dulu aja.
Ira Arini
Selasa, 17 April 2012
KEEP SMILE :)
Selamat siang. April ini belum posting. Serasa ada yang kurang dalam hidup. Yaiyalah secara seorang Ira Arini yang Ekstrovert belum berbagi sedikitpun mengenai apa yang telah dialaminya ke dalam blog ini. Well, there is some reasons why i didn't white done on my blog. One of the reason is, I have to write done my first chapter of my thesis. Kalo nulis blog tapi belum nulis BAB 1 itu rasanya merasa sangat berdosa. Alhasil, tadi pagi sudah menyelesaikan nulis BAB 1 (baru nulis yah belum termasuk revisian) dan sekarang semangat lagi untuk menulis blog.
Sebenernya, gak ada inspirasi untuk nulis apa kali ini. But somehow, we have a lot of stories in every split second yang gak bisa diuraikan satu persatu.
First, mau cerita tentang lanjutan posting sebelumnya yang nyeritain tentang cita-cita kalo udah dapet UM (hasil keringat di tempat magang) yang gak seberapa itu. Agak bermurung durjana pas tahu tanggal 28 kemarin gak jadi dapet apa yang amat sangat di harapkan, mana udah janji sama ibu, dan bingung harus gimana kedepannya karena gak punya pegangan. Si UM itu baru turun tanggal 1 April dan alhmadulillah bisa ajak ibu sama adek jalan-jalan ke ITC, beliin kacamata, walopun gak makan di PH, jadinya makan di restoran seafood. Ada kepuasan tersendiri ketika melihat ibu dan adek makan dengan lahapnya disitu, memakai barang yang dibeli dari hasil keringat sendiri. Itu luar biasa senengnya. Semoga bisa jadi berkah dan memotivasi untuk menghasilkan yang lebih dikemudian hari. Aamiin.
Second, jadi tambah enjoy banget dengan kehidupan sekarang. Gak tahu kenapa, ngerasa jadi manusia yang kualitasnya lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih taat pada Tuhannya itu terasa semakin dekat dengan diri saya. Gak ada masalah yang bener-bener menyita waktu dan pikiran, gak ada halangan dalam mencapai suatu keinginan, gak ada yang aneh-aneh. Sebagai manusia biasa, perasaan kaya gini tuh pasti lumrah yah. Tapi gatau kenapa ngerasa seneng aja. Sahabat yang bener-bener ada di sekeliling saat susah maupun seneng, keluarga yang terus memotivasi buat cepet lulus, ibadah yang dengan ikhlas selalu dijalani. Semuanya berjalan beriringan, indah sekali hidup ini. Satu hal yang bisa dilalui setelah beberapa lama berjuang adalah bisa menjalani hidup dengan tanpa beban tanpa adanya seseorang yang mengisi hati. #eeeaaaaakkk.
Tanpa rasa iri maupun membuat iri, cerita ini benar-benar real. Kali ini ngerasa Allah sudah memberi kecukupan bahkan berlimpah kebahagiaan untuk seorang Ira Arini. Kuncinya, selalu merasa bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Iri boleh aja, asalkan iri pada tempatnya. Misalnya, iri sama Victoria Beckham yang dapetin suami David Beckham. Eh salah yah, misalnya iri sama prestasi orang lain sehingga memotivasi kita untuk lebih baik dari orang lain itu.
Oke, sekian dulu cerhat mamah dedehnya. kita bertemu di lain waktu lain kesempatan. Kesempurnaan hanya milik Allah, kekurangan dilakukan manusia #terDorce. Baiklah, Maisy pamit dulu yah, Ci...Luk...Ba....!!! *halah ngaco*
SALAMM CENAT CENUT!!
Selasa, 27 Maret 2012
Not The Only Salary
Selamat siang :) *senyum 5 jari*
Ini tanggal berapa??? (sambil nyodorin mik) Yap! Benar sekali kalo sekarang tanggal 28. Tanggal dimana para karyawan swasta berpesta pora dan gak bisa tidur malem harinya. Tanggal dari segala tanggal yang ditunggu-tunggu. Tak lain dan tak bukan adalah TANGGAL GAJIAN!!!.
Saat ini, walaupun cuma seorang anak magang, setidaknya merasakan gimana degdegannya nerima Uang Makan di kantor. Ya, uang makan, hanya uang makan. Maklum lah namanya juga masih anak magang. Tapi bagi seorang anak magang, uang makan itu ibarat gaji. Sama-sama dikasih pas tanggal 28, sama-sama dinanti, sama-sama dipakai buat kebutuhan sehari-hari.
Sebelum magang disini, sama sekali gak merasa betapa butuhnya sama uang. Uang tinggal minta sama orang tua, kalo ada sisa ya dipake beli buat keperluan sekuender. Tapi kali ini beda, beda banget. Banget banget! Sebulan penuh mengharapkan tanggal 28, bagaikan menanti hari Idul Fitri dengan sebulan penuh berpuasa. Kalo udah nyampe tanggal 28, rasanya lagi lebaran *halah gak penting*. (Kembali ke laptop). Kali ini bener-bener ngerasa butuh uang itu. Bukan untuk membeli keperluan sekuender, tapi untuk menyenangkan hati orang tua. ORANG TUA!!. Diakui, selama magang disini masih minta biaya hidup, kost dan kuliah dari orang tua. Tapi setidaknya, uang makan dari tempat magang emang diniatin buat bahagiain orang tua. Ibu tepatnya. Dari jaman kuda gigit kancut Lady Gaga, ibu emang the only person who always loves me.
Impian utama yaitu bawa ibu ke ITC Cempaka Mas. Secara punya orang tua lumayan dari kampung, sibuk banget sama ngajar dan bisnis tendanya, sekali-kali lah bawa ke tempat belanja macem gitu. So far sih, ibu taunya cuma daerah Tanahabang aja. Itupun cuma belanja baju penganten dan perlengkapan hajatan. Ibuku kurang gaul pemirsa *nangis di bawah gayung retak*.
6 bula terakhir, ibu ngeluh kalo lensa kacamatanya udah gak cocok lagi. Pengen banget beliin, tapi belum ada kesempatan dan rejeki. Yah mungkin tanggal 28 ini cukup untuk beliin lensa baru buat ibu, tapi yang cocok tentunya. Masa ke ITC cuma beli kacamata aja? Gak dong yah! Selain pengen beliin kacamata, semua biaya akomodasi ke Jakarta pengennya sih ditanggung sendiri, jadi ibu gak usah keluar biaya *uhuk*. Makannya gimana? Pengennya sih ngajak ibu makan di Pizza H*t, semoga ibu suka sih, tapi jauh sebelum itu diniatkan, ibu udah menobatkan diri sebagai manusia anti makanan aneh selain makanan Indonesiyah.
Semoga uang makan ini turun di tanggal 28. Walaupun gak seberapa, harepan untuk membelikan lensa baru dan ngajak shoping ibu itu lebih besar dari nominalnya.
Ini tanggal berapa??? (sambil nyodorin mik) Yap! Benar sekali kalo sekarang tanggal 28. Tanggal dimana para karyawan swasta berpesta pora dan gak bisa tidur malem harinya. Tanggal dari segala tanggal yang ditunggu-tunggu. Tak lain dan tak bukan adalah TANGGAL GAJIAN!!!.
Saat ini, walaupun cuma seorang anak magang, setidaknya merasakan gimana degdegannya nerima Uang Makan di kantor. Ya, uang makan, hanya uang makan. Maklum lah namanya juga masih anak magang. Tapi bagi seorang anak magang, uang makan itu ibarat gaji. Sama-sama dikasih pas tanggal 28, sama-sama dinanti, sama-sama dipakai buat kebutuhan sehari-hari.
Sebelum magang disini, sama sekali gak merasa betapa butuhnya sama uang. Uang tinggal minta sama orang tua, kalo ada sisa ya dipake beli buat keperluan sekuender. Tapi kali ini beda, beda banget. Banget banget! Sebulan penuh mengharapkan tanggal 28, bagaikan menanti hari Idul Fitri dengan sebulan penuh berpuasa. Kalo udah nyampe tanggal 28, rasanya lagi lebaran *halah gak penting*. (Kembali ke laptop). Kali ini bener-bener ngerasa butuh uang itu. Bukan untuk membeli keperluan sekuender, tapi untuk menyenangkan hati orang tua. ORANG TUA!!. Diakui, selama magang disini masih minta biaya hidup, kost dan kuliah dari orang tua. Tapi setidaknya, uang makan dari tempat magang emang diniatin buat bahagiain orang tua. Ibu tepatnya. Dari jaman kuda gigit kancut Lady Gaga, ibu emang the only person who always loves me.
Impian utama yaitu bawa ibu ke ITC Cempaka Mas. Secara punya orang tua lumayan dari kampung, sibuk banget sama ngajar dan bisnis tendanya, sekali-kali lah bawa ke tempat belanja macem gitu. So far sih, ibu taunya cuma daerah Tanahabang aja. Itupun cuma belanja baju penganten dan perlengkapan hajatan. Ibuku kurang gaul pemirsa *nangis di bawah gayung retak*.
6 bula terakhir, ibu ngeluh kalo lensa kacamatanya udah gak cocok lagi. Pengen banget beliin, tapi belum ada kesempatan dan rejeki. Yah mungkin tanggal 28 ini cukup untuk beliin lensa baru buat ibu, tapi yang cocok tentunya. Masa ke ITC cuma beli kacamata aja? Gak dong yah! Selain pengen beliin kacamata, semua biaya akomodasi ke Jakarta pengennya sih ditanggung sendiri, jadi ibu gak usah keluar biaya *uhuk*. Makannya gimana? Pengennya sih ngajak ibu makan di Pizza H*t, semoga ibu suka sih, tapi jauh sebelum itu diniatkan, ibu udah menobatkan diri sebagai manusia anti makanan aneh selain makanan Indonesiyah.
Semoga uang makan ini turun di tanggal 28. Walaupun gak seberapa, harepan untuk membelikan lensa baru dan ngajak shoping ibu itu lebih besar dari nominalnya.
Mom, did you know how much I love you? I love you more than I love my self
Minggu, 18 Maret 2012
Friendzone Wall
Hello good morning :)
Selamat hari senin, awal minggu yang sangat bikin stress dengan kemacetan Jakarta. But somehow, Jakarta makes me miss my dialy activity. Ibukota yang sangat keras sekali, lebih kejam dari ibu tiri katanya. Tapi itu gak berlaku bagi anak sulung perempuan dari seorang ibu bernama Ecen Masenti ini. Setiap harinya, Jakarta mempunyai cerita sendiri. Cerita yang jika dialami amat sangat menyebalkan, tapi amat sangat menyenangkan jika menuliskan hal itu, apalagi membacanya.
well, kembali ke topik utama yaitu FRIENDZONE.
Alkisah, hari sabtu pagi seperti biasanya bangun tidur buka twitter. Kebetulan follow manusia luar biasa insipratif @newsplatter. Dia yang ngenalin apa arti friendzone yang sebenarnya buat saya pribadi. Dia sengaja bikin FriendzoneWall biar orang-orang bisa share mengenai cerita Friendzonenya masing-masing.
Definisi Friendzone: "Kata bang@newsplatter, friendzone itu sebuah hubungan pertemanan dimana lo ngerasain setruman, tapi dia gak. Ataupun sebaliknya"
Definisi di atas diambil dari akun twitter pribadi saya @iraarini. Bahasanya masih pake bahasa anak gaul Jakarta, tapi di blog ini mencoba untuk menggunakan bahasa yang agak santun. Penjelasan selanjutnya:
"Hubungan pertemanan yang bikin lo nunggu kapan dia ngerasain setruman yang sama kaya yang lo rasain. Perih sih, tapi emang udah resiko"
"Terjebak dlm frienzone, lo ngerasa ada setruman dan dia gak. Lo mau ungkapin perasaan lo tapi takut gak temenan lagi, mending lanjut temenan"
"Daripada lo kehilangan dia karena ngakuin perasaan lo, mending lanjutin aja friendzone nya dan deket terus sama dia. Itu salah!"
"Karma does exist! Dia friendzone-in lo, kalo lo sabar mau digituin, lama kelamaan kebanyakan sih dianya yang di friendzone-in sama lo"
"Friendzone dengan memiliki perasaan sebelah pihak itu gak enak yah pemirsah. Mending friendzone dengan sama2 gak punya rasa! Akan lebih asik"
"Awalnya pasti lo yang di friendzone-in dia, tapi seiring berjalannya waktu, lo akan bosen nunggu dan semuanya kebalik. Dia yang ngejar lo"
"Bagi yang merasa friendzone sebelah pihak, mending lo buru2 keluar dari zona itu. Itu lebih bahaya dari jalur Gaza gue rasa"
"Dari yang gue baca, semakin lama lo di friendzone-in ama dia, lo akan mundur sendiri dan dari situ dia pasti di friendzone-in sama lo"
"Pengalaman gue? Ngerasa nyaman sama friendzone karena sama2 gak punya setruman. So we can do everything together without something awkward"
"Kadang, friendzone itu lebih enak dari pacaran loh. Saling berbagi semuanya tapi bertoleransi tinggi saat ngurusin masalah hati"
"Friendzone versi gue? Ya hubungan pertemanan tanpa setrum satu sama lain. Temen yang bisa berbagi dalam segala hal, susah seneng bersama"
"Walopun gak ada setrum, friendzone versi gue sih asik lah. Daripada setrumnya sebelah doang, nyesek. Kalo setrumnya 2 belah, namanya jadian!"
"Sorry kalo pada galau, gue cuma menyampaikan apa yang gue tau tentang friendzone"
"Tenang tenang! Friendzone itu bukan kutukan! Itu anugerah dari tuhan. Setrum yang lo miliki dan tidak dia miliki jangan dipiara lama2!"
"Sebelum lo berhenti miara setrum dalam friendzone lo, mending nanya dulu hubungan lo ama dia gimana. Jangan asal berhenti, kali aja perasaan dia ama lo sama"
"Kalo berhenti tanpa nanya ama dia, lo akan rugi bandar kalo dia juga nyimpen setrum tapi nyimpennya rapet banget kaya perawan"
"Dan lo akan ngerasa beruntung ketika lo ninggalin setruman, lo udah tau kalo dia biasa aja ama lo. Yah namanya juga friendzone"
Jadi intinya friendzone itu apa?
Friendzone menurut versi saya, hubungan pertemanan yang didasari oleh perasaan menyukai sebelah pihak atau kedua belah pihak. Perasaan suka tersebut bisa saja sedang berlangsung atau bisa saja sudah berlangsung.
Kalo punya perasaan sama temen lawan jenis, tinggal diungkapkan aja. Barangkali dia juga punya perasaan yang sama. Kalo emang gak bisa diungkapin karena takut dia jauhin, makan sendiri deh tuh perasaan. Keluar dari perasaan sendiri yang terjebak dalam friendzone itu adalah sebuah keharusan. Karena lama kelamaan, perasaan itu akan menyakiti dirimu sendiri.
How about me? Punya pengalaman tentang friendzone? Alhamdulillah punya. Tapi kita sama-sama gak ada feeling. Menjalani hubungan pertemanan susah senang bersama tapi kalo menyangkut hubungan hati, we can't tell each other. RAHASIAAAAA!!! Hahahaha *ketawa setan*
Oke, sekian dulu kuliah friendzone pagi ini. Have a nice weekday :)
Kamis, 15 Maret 2012
Best Holiday Ever
Selamat siang menjelang sore.
Belum cerita mengenai liburan kemaren nih, rasanya ada yang kurang. Secara diriku orangnya ekstrovert banget, gak enak aja kalo gak pamer gitu. Apalagi ini masalah liburan. Here is the story....
Alkisah, sudah sekian lama jatuh cinta sama kota Yogyakarta. Untuk pertama dan terakhir kalinya mengunjungi kota indah itu tahun 2009. Setiap berkeinginan untuk ke sana, selalu saja gagal. Mungkin karena terlalu matang direncanakan atau terlalu semangat. Sampai akhirnya ide konyol si @adit186 yang udah ambil cuti tapi gatau harus liburan kemana dan sama siapa. Sepakatlah untuk pergi ke Jogja bareng tapi dengan tujuan berbeda. Liburan sambil cari skripsi di UNY mungkin jadi tujuan utama pergi ke Jogja kali ini.
Perjalanan gak semulus yang dibayangkan, keabisan tiket yang ke Jogja gak ngebuat hati jadi ciut. Muter otak dan akhirnya dapet tiket yang ke Semarang. Tuhan sudah menunjukkan jalanNya, kalo aja kebagian tiket yang ke Jogja, gak akan bisa menginjakkan kaki ke Semarang dan bertemu temen sebelum jaman friendster si Mas Risqie. Minggu pagi tanggal 4 Maret kami disuguhi panorama Semarang yang begitu menakjubkan. Walaupun naek kereta Ekonomi, tapi kebayar banget sama pemandangan laut yang indah. Setelah itu di ajak keliling kota semarang dan tentunya berfoto di Lawang Sewu beserta Tugu Muda.
aaaaaaakkkk!!! Lawang Sewu nih? *gaya kenceng*
Abis itu foto bareng di Tugu muda
Dari Semuanya, yang paling cantik di tengah. FYI, belom pada mandi :D
Sesuai dengan rencana awal, destinasi utama adalah Jogja. Hari Minggu siang nyampe Jogja, istirahat sebentar dan langsung keliling Jogja di anter sama Gandhi (Pacarnya Dora) Dora itu sahabat dari SMA ampe sekarang, Dora tentunya, sama Lutfi, Sahabat dari SMA juga. Here is our photos:
(dari kiri) Lutfi, Gandhi, Adit
Destinasi utama Jogja, Malioboro
Belom ke Jogja kalo belom ke sini
Besokannya, langsung ngacir ke tempat tujuan utama yaitu UNY. Tak lain dan tak bukan ke perpustakaan biar pinter, biar dapet skripsi yang kece. Ini buktinya kalo emang gak sia-sia ke Jogja.
Tujuan ke dua, gak afdol ke Jogja kalo belum ke Borobudur. Here we go
How kece I am :))
Udah sih itu aja cerita dari Jogjanya. Best holiday ever deh pokonya. I really enjoyed the trip. Pasti kangen banget sama Jogja, semoga bisa ke sana lagi suatu hari nanti.
Langganan:
Komentar (Atom)








